REVIEW BUKU “KENANGAN MASA LAMPAU” ZAMAN KOLONIAL HINDIA BELANDADAN ZAMAN PENDUDUKAN JEPANG DI BALI (bag 2)

Awalnya sebelum menduduki wilayah Hindia-Belanda banyak warg Jepang di wilayah Hindia Belanda sebagai spion-spion pemerintahan Kemiliteran Jepang. Jadi banyak sekali orang Jepang yang menyamar sebagai pedagang yang menawarkan dagangannya. Sebenarnya mereka sedang memata-matai wilayah Hindia Belanda.
Pada waktu pendudukan Jepang pemerintahan Jepang meminta Pekerja Rumosha. Para pekerja ini diambil dari para pemuda yang mengganggur dan mereka mau menjadi Pekerja Rumosha tanpa paksaan. Karena dari pada mengganggur lebih baik bekerja dengan upah seadanya menjadi pekerja Rumosha.


Pada waktu itu di Bali sangat sulit tentara jepang untuk mencari perempuan penghibur. Di Bali dan di Gianyar khususnya tidak ada wanita tuna susila yang menjalankan profesi yang notabennya maksiat itu secara terbuka. Berbeda sekali dengan keadaan yang terjadi di pulau Jawa. Di kota-kota besar di Jawa dapat dengan mudah menemukan wanita tuna susila pada waktu itu.
Pada saat pendudukan Jepang masyarakat Bali sangat kasihan dan menyedihkan. Jepang saat itu merampah sebagian besar hasil buli masyarakat Bali. Sudah banyak pemudanya diambil untu pekerja Rumosha hasil buminya pun juga. Maka saat itu penduduk Bali menjadi kelaparan, kurus, bahkan banyak yang sampai telanjang karena tidak punya uang untu membeli sandang.
Pak Soekarno juga pernah berkunjung ke Gianyar saat itu. Beliau berkunjung ke Gianyar setelah dari Makasar. Kami dan masyarakat sangat senang mendengar berita itu. Beliau berpidato disana, tetapi pidato Beliau dianggap tidak berfaedah. Pidato Soekarno dianggap seperti sudah disetting oleh pihak Jepang.
Karena kota Hirosima dan Nagasaki telah hancur oleh bom atom sekutu dan tidak tega melihat rakyatnya menderita maka Angkatan Perang Jepang dan Pemerintahaanya menyerah pada sekutu. Pada saat terjadi peristiwa besar seperti perpindahan/pergantian politik/musibah besar, biasanya penduduk menandai dengan suati kejadian alam yang yang tak biasa terlihat. Pada saat bintang berekor terlihat melintasi langit timur dahulu terjadi Perang Badung. Saat terjadinya kekalahan Belanda oleh Jepang, dan kekalahan Jepang oleh sekutu juga terjadi peristiwa seperti itu.
Kekalahan Jepang oleh sekutu juga ditandai oleh suatu peristiwa. Penduduk menandai peristiwa ini dengan beterbangannya kupu-kupu kuning ke arah timur laut. Penduduk mengartikan peristiwa ini bahwa Jepang akan pergi dari tanah air Indonesia.
Bung Karno dan Bung Hatta kemudian memploklamasikan kemerdekaan Indonesia setelah Jepang menyerah dari sekutu. Peristiwa ini pun disiarkan melalui siaran radio keseluruh Indonesia dan Internasional. Akan tetapi di sini warga beraktivitas sepperti biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.
Mau tahu kisah bagian awalnya di Bagian 1

0 Response to "REVIEW BUKU “KENANGAN MASA LAMPAU” ZAMAN KOLONIAL HINDIA BELANDADAN ZAMAN PENDUDUKAN JEPANG DI BALI (bag 2)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel