REVIEW BUKU “KENANGAN MASA LAMPAU” ZAMAN KOLONIAL HINDIA BELANDADAN ZAMAN PENDUDUKAN JEPANG DI BALI (bag 1)
Sunday, February 10, 2019
Add Comment
Buku
ini adalah karangan Dr. Mr. Ide Anak Agung Gde Agung. Buku ini diterbitkan oleh
Yayasan Obor Indonesia, 1993. Pengarang lahir pada tanggal 24 Juli 1921,
Gianyar, Bali, Hindia-Belanda. Beliau meninggal pada tanggal 22 April 1999,
Indonesia.
Beliau
adalah putra dari Raja Gianyar yang merupakan penguasa bumi putra tertinggi di
wilayah (Onderafdeling) Gianyar
sebelumnya yang diberi gelar “Dewa Manggis VIII”. Akhir abad ke 19 kerajaan
Gianyar dengan kerajaan lain di Bali seperti Klungkung, Bangli, Badung dan
Tabanan timbul perang saudara. Gianyar tidak sanggup menghadapi musuh, maka
Dewa Manggis VIII menempatkan kerajaan Gianyar di Bawah perlindungan
Pemerintahan Hindia-Belanda.
Kerajaan
Gianyar adalah kerajaan yang didirikan oleh Dewa Manggis Kuning (Dewa manggis I)
pada tahun 1640. Ayah Ide Anak Agung Gde Agung memiliki 24 orang istri. Ide Anak
Agung Gde Agung sekolah di sekolahan milik Hindia-Belanda di Sekolah Dasar
(HIS), MULD (setingkat SMTP) dan HBS (setingkat dengan SMTA / gabungan dari
SMTA dan SMTP).
Pada
waktu sekolah di MULD di sana kos di tempat orang Belanda yaitu keluarga Van
Veltoven. Keluarga ini golongan kelas menengah. Keluarga tersebut tidak banyak
pretensinya dan berdasarkan pada kejujuran dan hidup damai dalam keluarganya. Kemudian
dilanjutkan sekolah di HBS tahun 1937-1938. Setelah selesai lalu kuliah di Batavia
jurusan Hukum pada 1939. Saat menjadi mahasiswa di Batavia beliau ada
pengalaman unik, yaitu ada seorang mahasiswa saat itu yang menjadi mahasiswa
seumur hidupnya sampai tuadan meninggal tetap sebagai mahasiswa. Dia mau
seperti itu karena dia dapat wasiat uang setiap bulannya kalau dia menjadi
mahasiswa.
Pada
waktu itu pernah datang seorang Belanda ke rumah Ide Anak Agung. Dia adalah
seorang Ahli Purbakala berkaliber Internasional. Ide Anak Agung bercerita kalau
orang Belanda makan itu sangat banyak. Waktu itu orang Belanda yang ke rumahnya
dapat memakan satu ekor babi guling sampai habis oleh dirinya sendiri.
Pada waktu itu negeri
Belanda sedang dikuasai oleh Hittler dan sang Ratu meminta perlindungan dan
mengungsi ke kerajaan Inggris. Tidak lama kemudian Jepang juga memasuki Pulau
Bali. KNIL (tentara Indonesia-Belanda) kocar-kacir saat Jepang mulai masuk dan
mengebom markas mereka. Akhirnya pada tanggal 23 Februari 1942 seluruh wilayah
Bali dikuasai pasukan Jepang. Bali termasuk kedalam daerah kekuasaan Kaigun dan
semua peraturan dipusatkan kepada pemerintahan di Makasar (Ujung Pandang)
tempat markas besar Angkatan Laut untuk wilayah ini.Lanjutan Cerita reviewnya ada disini ya Bagian 2

0 Response to "REVIEW BUKU “KENANGAN MASA LAMPAU” ZAMAN KOLONIAL HINDIA BELANDADAN ZAMAN PENDUDUKAN JEPANG DI BALI (bag 1)"
Post a Comment