REVIEW BUKU “KENANGAN MASA LAMPAU” ZAMAN KOLONIAL HINDIA BELANDADAN ZAMAN PENDUDUKAN JEPANG DI BALI (bag 1)

REVIEW BUKU “KENANGAN MASA LAMPAU” ZAMAN KOLONIAL HINDIA BELANDADAN ZAMAN PENDUDUKAN JEPANG DI BALI (bag 1)
Buku ini adalah karangan Dr. Mr. Ide Anak Agung Gde Agung. Buku ini diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia, 1993. Pengarang lahir pada tanggal 24 Juli 1921, Gianyar, Bali, Hindia-Belanda. Beliau meninggal pada tanggal 22 April 1999, Indonesia.
Beliau adalah putra dari Raja Gianyar yang merupakan penguasa bumi putra tertinggi di wilayah (Onderafdeling) Gianyar sebelumnya yang diberi gelar “Dewa Manggis VIII”. Akhir abad ke 19 kerajaan Gianyar dengan kerajaan lain di Bali seperti Klungkung, Bangli, Badung dan Tabanan timbul perang saudara. Gianyar tidak sanggup menghadapi musuh, maka Dewa Manggis VIII menempatkan kerajaan Gianyar di Bawah perlindungan Pemerintahan Hindia-Belanda.

Kerajaan Gianyar adalah kerajaan yang didirikan oleh Dewa Manggis Kuning (Dewa manggis I) pada tahun 1640. Ayah Ide Anak Agung Gde Agung memiliki 24 orang istri. Ide Anak Agung Gde Agung sekolah di sekolahan milik Hindia-Belanda di Sekolah Dasar (HIS), MULD (setingkat SMTP) dan HBS (setingkat dengan SMTA / gabungan dari SMTA dan SMTP).
Pada waktu sekolah di MULD di sana kos di tempat orang Belanda yaitu keluarga Van Veltoven. Keluarga ini golongan kelas menengah. Keluarga tersebut tidak banyak pretensinya dan berdasarkan pada kejujuran dan hidup damai dalam keluarganya. Kemudian dilanjutkan sekolah di HBS tahun 1937-1938. Setelah selesai lalu kuliah di Batavia jurusan Hukum pada 1939. Saat menjadi mahasiswa di Batavia beliau ada pengalaman unik, yaitu ada seorang mahasiswa saat itu yang menjadi mahasiswa seumur hidupnya sampai tuadan meninggal tetap sebagai mahasiswa. Dia mau seperti itu karena dia dapat wasiat uang setiap bulannya kalau dia menjadi mahasiswa.
Pada waktu itu pernah datang seorang Belanda ke rumah Ide Anak Agung. Dia adalah seorang Ahli Purbakala berkaliber Internasional. Ide Anak Agung bercerita kalau orang Belanda makan itu sangat banyak. Waktu itu orang Belanda yang ke rumahnya dapat memakan satu ekor babi guling sampai habis oleh dirinya sendiri.
Pada waktu itu negeri Belanda sedang dikuasai oleh Hittler dan sang Ratu meminta perlindungan dan mengungsi ke kerajaan Inggris. Tidak lama kemudian Jepang juga memasuki Pulau Bali. KNIL (tentara Indonesia-Belanda) kocar-kacir saat Jepang mulai masuk dan mengebom markas mereka. Akhirnya pada tanggal 23 Februari 1942 seluruh wilayah Bali dikuasai pasukan Jepang. Bali termasuk kedalam daerah kekuasaan Kaigun dan semua peraturan dipusatkan kepada pemerintahan di Makasar (Ujung Pandang) tempat markas besar Angkatan Laut untuk wilayah ini.
Lanjutan Cerita reviewnya ada disini ya Bagian 2

0 Response to "REVIEW BUKU “KENANGAN MASA LAMPAU” ZAMAN KOLONIAL HINDIA BELANDADAN ZAMAN PENDUDUKAN JEPANG DI BALI (bag 1)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel